Cara Bermain Saham

Saham adalah jenis investasi yang bersifat “high risk, high profit”. Jika Anda ingin keuntungan lebih besar, maka Anda juga harus siap mempertaruhkan lebih banyak modal.

Pemain pemula sebaiknya tidak tergiur dengan berbagai kisah inspiratif dimana banyak pemain saham mendapat uang ratusan juta bahkan milyaran Rupiah dari bermain saham, karena hal ini akan mendorong keinginan untuk ikut bermain saham tanpa benar-benar memahami mengapa para investor ini bisa sukses.

Ada beberapa langkah yang bisa diterapkan sebagai taktik terjun ke pasar saham, dimana Anda bisa belajar memahami dan mengendalikan risiko sembari meningkatkan keuntungan investasi.

Akan tetapi, sebelum mengikutinya, pastikan Anda sudah punya pengetahuan dasar tentang saham, investasi, dan sekuritas, agar lebih mudah memahami strategi ini.

1. Mulai dengan Jumlah Kecil

Investasi saham memiliki risiko besar, sehingga pemula sebaiknya mulai dari jumlah kecil dulu, misalnya sekitar 10 hingga 30 juta Rupiah. Ingat bahwa Anda bisa kehilangan uang dalam investasi saham, karena risikonya yang cukup tinggi.

Mulailah dengan jumlah kecil saat Anda perlahan menjelajahi lingkungan investasi saham, sehingga walaupun ada kerugian, tak akan terlalu besar.

2. Amati Situasi Ekonomi dan Politik

Jika Anda tak suka berita, sekarang saatnya untuk rajin mengikuti berita bisnis, ekonomi, bahkan politik. Investasi saham paling baik dilakukan saat situasi ekonomi sedang stabil atau mengalami peningkatan. Anda harus pandai-pandai membaca situasi ekonomi negara untuk membuat penilaian (minimal penilaian kasar) terhadap pertumbuhan ekonomi.

3. Pilih Saham dari Industri yang Disukai

Investasi saham terbaik harus melibatkan pemahaman terhadap produk, jadi idealnya, investor pemula sebaiknya memilih produk yang disukai.

Anda bisa memilih saham dari perusahaan yang produknya sering Anda gunakan, atau perusahaan yang produknya merupakan sesuatu yang familiar bagi Anda.

Akan tetapi, jangan lupa melihat reputasi dan sepak terjang perusahaan tersebut, termasuk opini dan amatan para ahli ekonomi terhadap potensinya.

4. Kapitalisasi besar untuk saham

Saham ideal harus memiliki kapitalisasi pasar besar. Hal ini agar nilai saham tidak mudah dimanipulasi oleh individu untuk kepentingan mereka sendiri (istilahnya “penggoreng saham”).

Individu dengan modal yang cukup lumayan biasanya bisa memanipulasi harga saham yang nilai kapitalisasi pasarnya kecil, namun mereka tak bisa melakukan itu pada saham bernilai besar.

5. Pilih saham dengan rasio PE rendah

PE adalah istilah untuk rasio harga per lembar saham dibagi pemasukan bersih per lembar saja,. Tidak ada ketentuan seberapa besar atau kecil batas nilai PE yang harus Anda pilih, karena hal ini harus dibandingkan dengan PE produk serupa. Inilah pentingnya memiliki wawasan terhadap produk lain yang serupa dengan saham yang Anda pilih untuk investasi.

6. Amati sentimen pasar

Sentimen pasar menjadi penentu nilai saham Anda. Walaupun nilai PE saham Anda rendah dan harga kapitalisasi pasarnya cukup tinggi, saham tersebut akan turun nilainya jika sentimen pasar sama sekali tidak mendukung. Sentimen pasar di antaranya adalah harga komoditas, suku bunga, tingkat pengangguran, angka inflasi, dan sebagainya.

Anda masih harus menyesuaikan antara strategi umum ini dengan gaya investasi pribadi, namun secara umum, semua metode ini adalah strategi yang bagus untuk memastikan agar risiko rugi lebih rendah.

 

Akhirnya, hal lain yang harus diperhitungkan dalam investasi saham bagi pemula adalah sikap mantap dan aspek psikologis.

Setiap orang yang baru memulai investasi saham harus paham bahwa ini bukan metode tanpa salah, selalu ada kemungkinan dimana uang Anda akan berkurang banyak atau bahkan lenyap.

Selain itu, pemain saham yang baik juga harus waspada dan berhati-hati dalam melangkah, walau ada godaan mendapat untung besar. Dengan strategi investasi saham untuk pemula ini, Anda akan lebih mudah mengendalkan diri dalam berinvestasi.